pagi ini boulevard begitu ramai
langkah-langkah gegas meninggalkan
matahari
menyisakan siluet memanjang dan debu
di ujung sol sepatu
kemudian penjaja hati pulang ke
rumah, menyimpannya di dalam lemari untuk nanti malam
melipat sabar dalam laci, menggerus
air mata yang berubah menjadi kristal
dalam cobek tanah liat di dapur
menyeka bibir yang terlalu ramai
oleh ciuman penuh nanah
mengusap hati yang kepenuhan luka
hidup
mungkin sampai senja tenggelam
menjadi kelam
hati akan terus terjual laris selama
mereka haus
di sini aku menunggu sendirian,
dalam keremangan ruang dan terduduk di kursi kayu usang
menunggu pelanggan yang buta akan
gelambir tubuh termakan renta
menunggu waktu yang katanya ada
dalam bejana, hingga lelahku habis dan masa yang baik tak jua datang mengetuk
pintu
cinta setengah tiang, berdiri tegak
menantang matahari
karya: Ieda Teddy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar