Selasa, 22 Januari 2013

Cinta Setengah Tiang




pagi ini boulevard begitu ramai
langkah-langkah gegas meninggalkan matahari
menyisakan siluet memanjang dan debu di ujung sol sepatu
kemudian penjaja hati pulang ke rumah, menyimpannya di dalam lemari untuk nanti malam
melipat sabar dalam laci, menggerus air mata yang berubah menjadi kristal
dalam cobek tanah liat di dapur
menyeka bibir yang terlalu ramai oleh ciuman penuh nanah
mengusap hati yang kepenuhan luka hidup
mungkin sampai senja tenggelam menjadi kelam
hati akan terus terjual laris selama mereka haus

di sini aku menunggu sendirian, dalam keremangan ruang dan terduduk di kursi kayu usang
menunggu pelanggan yang buta akan gelambir tubuh termakan renta
menunggu waktu yang katanya ada dalam bejana, hingga lelahku habis dan masa yang baik tak jua datang mengetuk pintu

cinta setengah tiang, berdiri tegak menantang matahari

karya: Ieda Teddy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar